Mengenai Saya

Foto saya
pangkalpinang, bangka belitung, Indonesia

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Teknologi Pendidikan dan Peranannya dalam Transformasi Pendidikan


Gejala Yang Dialami
Dalam dasawarsa ini sitem pendidikan kita telah mengalami pertumbuhan yang sangat mengesankan. Pertumbuhan itu akan terus diapcu sehingga pada akhir REPELITA V nanti pendidikan dasar telah dapat ditingkatkan pada jenjang sekolah menengah pertama bagi semua anak indonesia. Salah satu asus yang mendasari usaha pemekaran ini adalah bahwa penambah rentang waktu belajar akan memperbaiki mutu tenaga kerja. Meskipun masih harus dipertanyakan isi dan strategi pelaksanaannya. Kita semua tau bahwa pertumbuhan yang sangat pesat membawa akibat yang berlawanan terhadap mutu.
Garis Besar Haluan Negara 1988 yang menentukan “ titik  berat pembangunan pendidikan diletakkan pada peningkatan mutu setiap jenjang pendidikan pendidikan....”. namun dalam kenyataannya banyak program-program yang telah disusun bahkan dilaksanakan sebelum indikator mutu dapat ditentukan dengan jelas. Hal ini ibarat “menjawab” sebelum tahu pertanyaan.
Garis Besar Haluan Negara 1988 juga telah menetapkan tujuan pendidikan nasional yaitu “ meingktakan kualitas hidup manusia” dengan sederetan ciri serta petunjuk umum pelaksanaannya.padahal, kondisi lingkungan dan karakteristik peserta didik berbeda-beda, maka tujua itu juga dimungkinkan untuk berbeda pula.
Masih banyak orang awam bahkan para pakar sekalipun yang berpendapat bahwa tugas pendidikan yang utama adalah mengalihkan (mentransfer) pengetahuan dari pendidik ke peserta didik, apalagi kenyataan banyak menunjukkan bahwa yang dialihkan itu terutama meliputi aspek kognitif tingkat  rendah (menghafal, mengulang, menyebutkan, dsb). Namun dalam perkembangan zaman ini lebihbanyak lagi nilai-nilai yang berasal dari kebenaran penginderaan dan kebenaran ilmiah, sehingga tidak seyogyanya dilestarikan.
Struktur organisasi pendidikan yang ada sekarang ini tetap sama seperti abad yang lalu, padahal segala sektor kehidupan lain telah mengalami perubahan. Selain itu guru dianggap sebagai satu-satunya tenaga pendidik yang berwawasan tunggal.
Berkembangnya teknologi dengan pesat dan budaya pun telah dipengaruhi sehingga terjadi sejumlah perubahan sosial dengan berkembangnya teknologi tersebut. Teknologi memang dapat kita manfaatkan sedemikian rupa sehingga timbul penemuan sosial, namun teknologi tidak dapat dituntut tanggung jawabnya bila terjadi sesuatu akibat negatifnya.
Pencegahan akibat negatif terhadap teknologi tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan isomorfi yaitu dua strutur kompleks yang berbeda, dipadukan sedemikian rupa untuk saling mengisi dan melengkapi.
B.   Beberapa Kecendrungan Pendidikan
Perkembangan masyarakat membawa pengaruh terhadap perkembangan nilai, prinsip dan prosedur dalam pendidikan. Berbagai usaha pembaruan kecil-kecilan (reformasi) memang telah dilakukan, namun kini yang sebenarnya diperlukan adalah transformasi pendidikan, dimana hakikat, lembaga, dan fungsi pendidikan dikembangkan dengan menggunakan nilai, prinsip, dan prosedur baru secara menyeluruh.
          Beberapa kecendrungan baru yag dijadikan dasar pertimbangan perlunya usaha transformasi yaitu:
1.     Belajar menyelidik yaitu meliputi kemampuan seseorang dalam menggunakan proses dan prosedur intelektual untuk memecahkan masalah akademis maupun praktis yang dihadapinya. Kemampuan ini juga disebut “belajar menemukan” (discovery learnig) atau “belajar berkreasi”(creativity learning). Prinsip dalam pelasanaannya dicerminkan dengan berkurangnya penjelasan atau ceramah-ceramah oleh guru dan dengan meningkatkan kgiatan meneliti, baik secara mandiri maupun kelompok.
2.     Belajar mandiri yaitu berupa pengarahan dan pengontrolan diri dalam memperoleh dan menggunakan pengetahuan. Prinsip dalam pelaksanaannya ada dua yaitu: Pertama, Digunakan program belajar mengandung petunjuk untuk belajar sendiri oleh peserta dengan bantuan guru yang minimal. Kedua Melibatkan siswa dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajarnya sendiri.
3.     Belajar struktur bidang studi yaitu materi dan informasi bidang studi berkembang sejalan dengan perkembangan pengetahuan. Maka cara yang lebih bermakna adalah apabila kita mampu mempelajari gagasan umum yang dijadikan dasar dalam menyusun, menafsirkan, dan memperkirakan gejala yang ada dalam bidang studi itu,atau dengan kata lain mempelajari struktur bidang studi. Mempeljari struktur ini dapat dilakukan dengan pemahaman konsep, prinsip, prosedur, dan model teotik.
4.     Belajar mencapai pengusaan. Perinsip ini didasarkan pada asumsi bahwa tiap peserta didik mampu menguasai apa yang dipelajarinya. Dengan prinsip ini maka guru adalah mengelola kegiatan belajar peserta didik dan memberikan bimbingan yang diperlukan.
5.     Pendidikan  untuk perkembangan kepribadian yang merupakan perkembangan segala aspek kepribadian secara utuh, bukan hanya menekankan pada aspek kognitif saja, melainkan pula keyakinan, minat, dan nilai yang membentuk pribadi seseorang.
6.     Pendekatan sistem yang merupakan suatu prosedur yang dikembangkan dalam ilmu manajemen, telah banyak diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam bidang pendidikan pendekatan sistem ini digunakan dalam proses pemecaha masalah yang berorientasi pada kepentingan peserta didik.
7.     Persebaran waktu maksudnya adlaah bahwa pendidikan itu berlangsung sepajang waktu, terutama waktu jaga setiap orang. Atau disebut juga dengan konsep pendidikan seumur hidup, diaman pendidikan itu tidak dibatasi waktu sekolah saja, melainkan pula waktu lain yang terorganisasikan secara ketat muupun longgar.
8.     Persebaran tempat maksudnya bahwa pendidikan itu pada dasarnya dapat berlangsung dimana saja, namun bila mana dikehendaki agar pendidikan itu terarah dan terawasi perlu ditata terlebih dahulu bentuk kelembagaan dan tat caranya.
9.     Keanekaragaman sumber maksudnya bahwa pendidikan itu tidak hanya bersumber dari guru, buku dan lain sebagainya, namun sumber itu bisa berupa lingkungan, alat, media, dan sebagainya. Peranan guru sebagai penyaji informasi tidak lagi tepat dalam perkembangan ini, karena hal itu dapat dilakukan oleh media.
10.                        Diferensiasi peranan maksudna sejalan dengan adanya berbagai macam sumber insani, maka guru harus berbagi peranan denga orang lain yang mempunyai tugas dan fungsi khusus. Semua orang tergabung ke dalam suatu tim instruksional, dan masing-masing orang di samping mempunyai keahlian dalam bidang tanggung jawabnya juga memahami peranannya. Guru tidak lagi mempunyai kewenangan tunggal dalam proses instruksional.
11.                        Ekonomi pendidikan yang merupakan suatu proses yang menciptakan hasil, tidak mungkin terbebas  dari perkembangan ekonomi.
12.                        Perkembangan teori dan prinsip maksudnya ilmu pendidikan bukan disiplin yang mati, melainan berkembang sesuai dengan perkembangan daya pikir, keadaan, dan kebutuhan manusia.
C.   Konsep Teknologi Pendiidkan dan Kemungkinan Penerapannya
Teknologi pendiidkan merupakan suatu konsep yang relatif masih baru. Secara ringkas dapat disebutan bahwa teknologi pendidikan sebagai suatu konsep, mengandung sejumlah gagasan dan rujukan. Gagasan yang ingin diwujudkan adalah agar setiap pribadi dapat berkembang semaksimal mungkin dengan jalan memanfaatkan teknologi sedemikian rupa hingga selaras dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan.rujukan merupakan hasil sintesis dari gejala yang diamati dan kecendrungan yang ada.
Rujukan ini meliputi hal-hal berikut ini sebagai suatu kesatuan:
1.     Adanya orang-orang belajar yang belum cukup memperoleh perhatian tentang kebutuhannya, kondidinya dan tujuannya.
2.     Adanya si belajar yang tidak cukup memperoleh pendidikam dari sumber belajarnya.
3.     Adanya sumber baru baik berupa orangnya, pesannya, bahan, alat, cara-cara tertentu dalam memanfaatkan orang, alat, bahan serta lingkungan tempat proses belajar itu berlangsung.
4.     Adanya kegiatan yang bersistem dalam mengembangkan sumber-sumber belajar yang bertolak dari landasan teori tertentu dan hasil penelitian.
5.     Adanya pengelolaan atas kegiatan belajar yang memanfaatkan berbagai sistem, kegiatan menghasilkan dan atau memilih sumber belajar serta orang dan lembaga yang terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
Cara penggarapan gagasan dan rujukan, atau disebut pula teknik intelektual yaitu:
1.     Memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang psikologi, komunikasi, manajemen, rekayasa, dan lain-lain secara bersistem.
2.     Memecahkan masalah secara menyeluruh dan serempak, dengan memperhatikan dan mengkaji semua kondisi dan saling kaitan di antaranya.
3.     Digunakannya teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah.
4.     Timbulnya daya lipat atau efek sinergi, dimana penggabungan pendekatan dan atau unsur-unsur mempunyai nilai lebih dari sekedar penjumlahan.
D.   Kemampuan dan Tanggung Jawab Profesi
Secara garis besar kompetensi tenaga ahli teknologi pendidikan meliputi kemampuan berikut ini:
1)    Menyebarkan konsep dan aplikasi teknologi pendidikan, terutama dalam program pendidikan dan latihan.
2)    Merancang program dan sistem instruksional
3)    Meproduksi media instruksional
4)    Memilih dan memanfaatkan berbagai sumber belajar/komponen sistem instruksional
5)    Mengelola kegiatan belajar dan instruksional
6)    Menilai produk, program, dan sistem instruksional
7)    Mengelola sumber belajar / sistem instruksional
8)    Memerhatikan perkembangan teknologi dan dampaknya dalam pendidikan
9)    Merencanakan, melaksanakan, dan menafsirkan penelitian dalam bidang dan atau yang berkaitan dengan teknologi pendidikan, yang kesemuanya ditujukan guna meningkatkan evektivitas,  efisiensi, dan produktivitas belajar.
Sumber : Yusuf Hadi Marso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar